Tukang Kencing
As usual, Tejo adalah lelaki yang biasa mangkal pas disamping rumah tepat di petigaan. Warung nasi diamana dia selalu memesan kopi dan rokok ketengan jadi sarapan pagi siang dan sore.
“Choy…..”. Tiba-tiba dia memanggilku.
“bisa nolong ngk.”. Begitu sapanya ramah
dengan stelan kemeja kotak garis-garis lengan panjang, celana kain gelap sangat meyakinkan parlente.
“boleh minta tolong bacakan surat ini ngak?”
“Bingung deh eke”
Explore posts in the same categories: InsanityKaitkata: Tukang Sampah
You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.