Keseharian Orang Gila

Paling enak emang jadi orang gila. Makan apa saja. Nasi bungkus bekas, roti basi, atau apa aja yang diingat makanan. Ada ulat mo segede singkong, nggak ngaruh.
Diam, senyum sendiri dan kadang tertawa jika ada hal lucu. Ditertawaain orang malah balik nertawaain.
Pakaian sobek ora opo-opo dan tidak berpakaian pun ora ngaruh. Hajar saja…………!
Keliatan kelamin. Biasa aja tuh………!

Masih dengan keasikan aku makan nasi bungkus yang tergeletak di totoar pas dibawah pohon perempatan sana. Lalu lalang cewek tangtop, kemeja dan jas parlente. Terserah…………..! bukan apatis. Tapi zaman sudah begini. Seng penting mangan. Mangan ora mangan hajaaarrr……!
“Hajar apa ya?” heheheeee…….. nasi dong.
“Mungkin nasi nya udah empat hari.” membatin aku khusu dengan tangan belepotan.
“Sebodo. Perutku lapar, perutku lapar, perutku lapar. Sudah 1 jam belum makan daging enak.”
“he he….., he he…….!”. “ngapain ya orang suka ngeliatin aku makan.”
“Dasar, orang gila kurang kerjaan.”
“Orang kan cuma makan, bukan mencuri.”
“Hobinya cuma liatin orang, ngomongin orang, mengumpat orang.”
“nah aku…..makan ah. makan.. makan..!”

Mungkin ada supir yang habis makan dalam mobil. Kenyang.
“Kalo rejeki emang ngk kemana.”
“Ngapain mikirin rejeki yang udah diatur.”
“Tuhan kan Adil. Tuhan kan Penyayang. Buktinya aku”.
“Kerja ngak, mencuri apalagi.”
“Aku kan orang tertawaan.”
Aku ingat sekarang, aku harus makan lagi, karena si otong tadi juga lagi nyari makan
di tong samping. Sapa tau dia laper juga. Kan bisa aku bagi dua.

Explore posts in the same categories: Insanity

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.