Pesing depan Toko Komputer

Terkirim Desember 3, 2009 oleh catatanorangila
Kategori: Insanity

Tags:

Sekali waktu saya ngecek harga printer multi guna di salah satu jalan Gajah Mada pontianak.
Anak kecil seumuran 3 tahun berlarian mengeliingi toko yang cukup besar.

Badanku kedinginan. AC plus angin dingin yang menyeruak masuk menyirat pertanda hujan sebentar lagi menghampiri. Masih terus berbincang dan menawar printer yang diinginkan. Orang tua anak ini bersama
sang istri juga berbincang disamping.

Dari obrolannya kupingku menyimpulkan dia barusan beli laptop. Tapi ada masalah dengan sofware nya.
Masih nego yang alot, printer ku dibungkus. Packing plastik hitam yang di sobek untuk menutupi seluruh permukaan kotak printer. Kebetulan hujan menderu keras di luar. Anginnya juga menggetarkan tulang.

Dudukan di motor sambil menyulut sampoerna di bibir, kami berdua pasutri beranak satu menunggu hujan reda. Tiba-tiba anaknya merengek sambil mengucapkan sesuatu yang ngak begitu jelas dikupingku.

Derai hujan melebat seketika. Aku hanya melihat gerak bibir yang merengek
Sayup kudengar, Sang ibu langsung mengikuti perintah sang suami yang tampaknya cukup religius ini menuruti perintah sang anak. Dengan cekatan ibu melorotkan celana anak keriting ini dan mendudukannya tepat di pinggir depan toko antara pembatas pintu besi toko komputer ini.
“stttt…………..!” air tiba-tiba terdengar mendesir.

Aku kaget sebentar, sambil menghembuskan asap rokok.
“Ternyata anak itu mau pipis.” dalam hatiku, penasaran dengan rengekan nya

Serasa aku kembali ke alam kecil sewaktu di kampung.
Dimana aku merasa nyaman disitu aku kencing, dimana aku merasa ingin disitu aku mengeluarkan air nya.
Di kota besar, tahun 2009 lagi, masih ada prilaku embarrassing orang tua yang ditelorkan
ke buah hatinya.Padahal agama mengajarkan beretika yang baik dan etika salah satu ukuran.

Apa salah nantinya anak kurang ajar ketika besarnya?
Apakah salah jika anak-anak kita tidak lagi punya sense of embarrassing?

Crazy Headmaster

Terkirim Desember 2, 2009 oleh catatanorangila
Kategori: Insanity

Tags:

Bergelar Hajjah dengan kerudung manis dan sikap sopan ternyata tidak membuat orang itu baik. beberapa waktu yang lalu seorang teman bercerita bagaimana kepala sekolah SD dimana dia diterima PNS bertingkah ala Crazy Headmaster.

SD sekian tergolong SD Inti di kota pontianak dimana dipinpin oleh perempuan cantik. Kesan pertama sangat menggoda. Kesan kedua gila………….!

Bendahara sekolah hanya simbol legalitas laporan ke Diknas saja.
Everything is under control by her.
Dana BOS hanya raib.
Di kantor syukur-syukur ada air.
Kalau mau beli kue buat guru, jangan sering-sering. Itu namanya pemborosan. Padahal dua kaleng roti sudah mangkal dilemari headmaster.
Surat masuk dari mana saja selalunya hening di telinga para guru.

Wahai guru yang bejat, amoral, gila kekuasaan, gila uang. Semoga sadar bahwa MATI sudah dekat. Ingat dalam kubur.

Tukang Kencing

Terkirim November 27, 2009 oleh catatanorangila
Kategori: Insanity

Tags:

As usual, Tejo adalah lelaki yang biasa mangkal pas disamping rumah tepat di petigaan. Warung nasi diamana dia selalu memesan kopi dan rokok ketengan jadi sarapan pagi siang dan sore.
“Choy…..”. Tiba-tiba dia memanggilku.
“bisa nolong ngk.”. Begitu sapanya ramah
dengan stelan kemeja kotak garis-garis lengan panjang, celana kain gelap sangat meyakinkan parlente.
“boleh minta tolong bacakan surat ini ngak?”

“Bingung deh eke”

Keseharian Orang Gila

Terkirim November 24, 2009 oleh catatanorangila
Kategori: Insanity

Paling enak emang jadi orang gila. Makan apa saja. Nasi bungkus bekas, roti basi, atau apa aja yang diingat makanan. Ada ulat mo segede singkong, nggak ngaruh.
Diam, senyum sendiri dan kadang tertawa jika ada hal lucu. Ditertawaain orang malah balik nertawaain.
Pakaian sobek ora opo-opo dan tidak berpakaian pun ora ngaruh. Hajar saja…………!
Keliatan kelamin. Biasa aja tuh………!

Masih dengan keasikan aku makan nasi bungkus yang tergeletak di totoar pas dibawah pohon perempatan sana. Lalu lalang cewek tangtop, kemeja dan jas parlente. Terserah…………..! bukan apatis. Tapi zaman sudah begini. Seng penting mangan. Mangan ora mangan hajaaarrr……!
“Hajar apa ya?” heheheeee…….. nasi dong.
“Mungkin nasi nya udah empat hari.” membatin aku khusu dengan tangan belepotan.
“Sebodo. Perutku lapar, perutku lapar, perutku lapar. Sudah 1 jam belum makan daging enak.”
“he he….., he he…….!”. “ngapain ya orang suka ngeliatin aku makan.”
“Dasar, orang gila kurang kerjaan.”
“Orang kan cuma makan, bukan mencuri.”
“Hobinya cuma liatin orang, ngomongin orang, mengumpat orang.”
“nah aku…..makan ah. makan.. makan..!”

Mungkin ada supir yang habis makan dalam mobil. Kenyang.
“Kalo rejeki emang ngk kemana.”
“Ngapain mikirin rejeki yang udah diatur.”
“Tuhan kan Adil. Tuhan kan Penyayang. Buktinya aku”.
“Kerja ngak, mencuri apalagi.”
“Aku kan orang tertawaan.”
Aku ingat sekarang, aku harus makan lagi, karena si otong tadi juga lagi nyari makan
di tong samping. Sapa tau dia laper juga. Kan bisa aku bagi dua.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.